Mahasiswa PPKP IPDN Kunjungi Pemkot Tangerang Selatan

CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat kunjungan dari Mahasiswa Program Profesi Kepamong Prajaan (PPKP)

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kunjungan tersebut dilaksanakan di Aula Balai Kota Tangsel, Ciputat pada Kamis, 15 November 2018.

Direktur Program Profesi Kepamong Prajaan IPDN Margaretha Rumbekwan mengucapakan terimakasih karena banyak hal yang sudah diberikan padanya.

“Terutama Ibu Walikota telah memberikan kepercayaan kepada kami, untuk mendidik pegawai ibu, yang bukan latar belakang pemerintahan dan saat ini mereka telah di didik di IPDN untuk mengerti tentang pemerintahan. Kami berharap nantinya akan membantu kerja di Pemkot Tangsel,” jelasnya.

Menurutnya, di IPDN ada tiga pendidikan yang dilaksanakan, yaitu pendidikan akademik S1, S2 dan S3. Fakultas pemeritahan dan Fakultas manajemen. Juga Profesi Kepamong Prajaan.

“Mereka sudah banyak dan di didik tentang pemeritahan. Mahasiswa profesi berasal dari berbagai Kota dan Kabupaten di Indonesia. Kota Tangsel sangat menginspirasi kami dari berbagai daerah karena kemajuannya yang pesat,” ungkapnya.

Menurutnya, Tangsel daerah baru yang berlari cepat, yang betul-betul Kota diidamkan oleh seluruh bangsa Indonesia Kota yang di idamkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Walikota Tangsel adalah sumber motivasi kami.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengungkapkan bahwa sebagai daerah baru secara bertahap menyelesaikan satu per satu apa yang menjadi persoalan dan permasalahan di Kota Tangsel.

“Kami potensinya di bidang perdagangan dan jasa. 70 persen adalah perumahan dan permukiman. Kami tetap jaga wilayah kami, kalaupun ada orang berinvestasi di Tangsel harus ramah lingkungan, tidak boleh ada pabrik yang besar yang menimbulkan polusi,” jelasnya.

Menurut Airin, pada tahun 2011 sejak ia menjabat APBD Tangsel hanya 1.2 Triliun dengan PAD 150 Milyar, berjalan 7 tahun saat ini APBD Tangsel mencapai 3.6 Triliun.

“Bagaimana kita memiliki potensi SDM yang luar biasa terus kita dorong, karena kita memiliki SDA yang terbatas. Tinggal bagaimana ADN bekerja secara maksimal. Harus ada proses pelatihan,” jelasnya.

ASN bekerja dengan karir yang sangat panjang. Apalagi saat ini reformasi birokrasi dinilai sesuai dengan kinerja saat bekerja. Di Tangsel sudah menerapkan tunjangan penghasilan yang sudah cukup, tergantung dari kemampuannya.

“Tinggal ASN memiliki spirit dan semangat. Ditugaskan dimana pun uang tidak akan cukup. Kunci kesejahteraan ada dari hati kita. Tapi pada saat kita bekerja harus memberikan yang terbaik. Teruslah belajar dan jangan pernah berhenti belajar,” bebernya. (Humas-Kominfo)

243 Di Lihat 1 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel