Pekerjaan Tahap I Pembangunan Tambahan Ruang SMPN 22 Kota Tangsel Tidak Sesuai

Serpong – Proyek Pembangunan Tambahan Ruang Kelas SMP Negeri 22 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Kelurahan Lengkong Karya, Serpong dengan menelan Anggaran Tahap I pembangunan sebesar 2,7 Miliyar Rupiah yang berada di lokasi SMP Negeri 22 Kota Tangsel ini diduga sarat penyimpangan dan cenderung pengerjaannya asal – asalan, pasalnya pengerjaannya tidak sesuai dengan Bestek/petunjuk teknis pengerjaan dan rencana anggaran belanja/RAB.

Akibatnya proyek pembangunan gedung sekolah tersebut berpotensi merugikan Keuangan Negara.

Pembangunan Tambahan Ruang Kelas SMP Negeri 22 Kota Tangsel yang dibangun tiga lantai tersebut, Tahap I baru selesai dikerjakan oleh kontraktor lama, seperti ring balok dudukan tangga terlihat dengan jelas retak dan asal-asalan, tiang/kolom yang tidak sempurna terlihat dibangunan ini dan cor balok tidak sempurna sehingga rangka besinya terlihat.

Disisi lain, pembuatan tangga yang menghubungkan lantai 1 sampai 3 juga tidak sesuai dengan teknis, cor Beton tangga yang tidak sempurna dan mengelupas, ketebalan anak tangga juga tidak sesuai, anak tangga tidak menempel pada dinding, Bordes tangga yang kurang sempurna serta kemiringan tangga di lantai 3 terlalu terjal, yang dapat mengakibatkan kecelakaan pada siswa/I sekolah itu nantinya.

Pembangunan Tambahan Ruang Kelas SMP Negeri 22 Kota Tangsel yang menelan anggaran miliyaran rupiah yang digelontorkan dari dana APBD Kota Tangsel, tahap I dianggarkan pada tahun 2017 tersebut, ternyata benar-benar tidak terealisasi dengan baik.

Dari pantauan awak media dilapangan, Awie selaku tukang saat ditemui awak media mengatakan, pengawas dan PTK nya tidak berada di lokasi, Rabu lalu (19/9-2018).

“Pengawasnya sekarang tidak ada disini. Orang dari Dinas Tata Kota Dan Bangunan Kota Tangsel sudah dua hari kemarin datang kesini, sekarang juga tidak ada,” katanya.

Saat ditemui, pelaksana proyek tahap II, Syarif mengatakan untuk pembangunan tahap I yang dikerjakan oleh PT.NINE NOVEMBER GEMILANG selaku kontraktor proses pembangunan tambahan ruang kelas itu sendiri sudah mencapai 40%.

“Saat ini di Tahap II sedang proses membuat bangunan dasar kedua seperti pembuatan pondasi, pemasangan kolom untuk tiang penyangga bangunan dan lain sebagainya,” ujarnya singkat.

Diketahui, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi Pasal 34 Ayat (2) yaitu, Barang siapa yang melakukan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan mengakibat-kan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenakan pidana paling lama 5 tahun penjara atau dikena-kan denda paling banyak 5% dari nilai kontrak.

Ayat (3) yaitu, Barang siapa yang melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan sengaja memberi kesempatan kepada orang lain yang melaksanakan pekerjaan konstruksi melakukan penyimpangan terhadap ketentuan keteknikan dan menyebabkan timbulnya kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 tahun penjara atau dikena- kan denda paling banyak 10% dari nilai kontrak. (IsOne)

1270 Di Lihat 1 Dibaca
Bantu Share :

Berita ini tayang pada 28 September 2018 3:51 pm

Update Berita BidikTangsel