Pembuatan KTP Elektronik di Pamulang Membludak

Pembuatan KTP Elektronik di Pamulang Membludak

PAMULANG – Permohonan KTP Elektronik di Kecamatan Pamulang membludak. Kendati
sejak terhitung sejak 4 Juli kemarin pendaftaran pembuatan KTP-Elektornik untuk pemohon pemula
wajib melalui sistim online demikian KTP Elektronik yang hilang atau rusak, pendaftaranya melalui
online.

Pelaksana tugas (Plt) Kasi Pemerintahan Kecamatan Pamulang Rony Alamsyah menjelaskan melalui
kebijakan baru untuk mempermudah masyarakat, maka pembuatan KTP Elektronik menggunakan
online. Meski tahapan awal untuk pembuat baru yang baru lulus SMA atau hendak masuk kuliah usia 17
tahun tetap membawa Kartu Keluarga.

“Bagi pemohon baru tetap membawa Kartu Keluarga datang ke loket kemudian melakukan perekaman.
Usai perekaman maka mendaftarkan melalui online yang tersambung langsung dengan Dinas
Pencatatan Sipil dan Kependudukan dengan masa proses pembuatan satu hari selesai,” katanya.

Tahap berikutnya si pemohon atau pembuat harus datang ke Disdukcapil untuk pengambilan fisik KTP
Elektronik. Ketentuan ini tidak boleh diwakilkan kepada saudara atau orang lain tapi wajib orang yang
bersangkutan pembuat KTP harus hadir. Di Pamulang sendiri setiap hari diberikan kuota 100 orang
untuk pendaftar via online.

“Terus bertahap dari awalnya hanya sekitar empat puluh lima orang menjadi seratus orang. Ada
kemungkinan besar akan bertambah namun itu kebijakan dari Disdukcapil,” tambah ia.

Demikian bagi pemilik KTP yang rusak atau hilang bisa langsung datang ke kecamatan terdekat untuk
mendaftarkan kembali agar dibuatkan KTP baru. Hanya saja mereka tidak perlu melakukan perekaman
karena data di kecamatan masih tersimpan hingga Disdukcapil. Pendaftaran online selain dapat
dilakukan di kantor kecamatan di rumah masing-masing.

“Kemudahan ini dengan memberikan cara mendaftarkan diri di mana saja, di rumah masing-masing juga
bisa tinggal membuka alamat websit Disdukcapil,” tukasnya.

Soal penetapan kuota, diharapkan masyarakat apabila mendaftar kemudian kuotanya sudah penuh
maka diharuskan mendaftarkan diri pada hari berikutnya. Hal ini berdasarkan sistem yang sudah
membatasi sesuai dengan kuota. Pendaftaran kedua dilakukan bisa di tempat kerja atau tempat tinggal
sesuai dengan jam kerja.

“Jika memang ngantri saat mendaftar via online, masyarakat cukup dari rumah saja tidak perlu
mengantri di kecamatan. Hampir semua masyarakat memiliki handpone dan perangkat jaringan
internet,” imbuhnya.

Mengulas sedikit, KTP Elektronik di Pamulang sudah terdistribusikan semua di delapan kelurahan. Sejak
pemerintah pusat kehabisan belangko KTP tahun, maka dibagi menjadi tahap 1 hingga 10 terhitung
sejak Oktober 2017 hingga 2018 ini namun semuanya sudah terdistribusikan keseluruhan. Dulu warga
diberikan Surat Keterangan (Suket) untuk saat ini tidak berlaku lagi.

“KTP Elektronik yang masuk tahap satu hingga tahap sepuluh ada total 34.470 keping. Namun semua
sudah selesai, sehingga tidak ada lagi Suket sebagai penganti surat keterangan sementara sebelum KPT
Elektronik jadi.

Mirna salah satu warga Kedaung menuturkan, dengan kebijakan baru butuh penjelasan karena masih
bingung. Sebelumnya tidak menggunakan sistem online. Tapi ia mengatakan jika sudah diberlakukan
lama pasti masyarakat akan mengetahui alurnya seperti apa.

“Butuh informasi lebih jelas, kebijakan baru yang sebelumnya manual agar tidak bingung. Dengan
datang langsung ke kecamatan informasi menjadi lebih lengkap,” katanya. (Humas-Kominfo)

293 Di Lihat 3 Dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.