Pemerintah Tambah Angkutan Penyebrangan Laut

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) telah memprediksi bahwa penggunaan jasa transportasi laut jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 akan mengalami pelonjakan sekitar 3,49% dari tahun sebelumnya.

Tahun ini, pihaknya akan telah menyiapkan sebanyak 1.293 kapal penyeberangan selama masa perayaan Natal dan tahun baru tersebut.

Kepala Sub-Direktorat Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut Kemenhub, Ferdy Tristanto mengatakan, tahun ini diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang di sektor kelautan.

Tahun sebelumnya, lanjut Ferdy, penumpang sekitar 1.039.763 orang, tahun ini diprediksi meningkat menjadi 1.077.367 orang, atau naik sekitar 3,49%.

Meski mengalami peningkatan, pihaknya tidak khawatir, sebab telah menyiapkan sebanyak 1.293 kapal denga kapasitas angkut sebanyak 3.330.000 orang.

Adapun, kata Ferdy, rincian kapal tersebut yakni : 26 unit kapal Pelni; 113 unit armada perintis; sebanyak 26 unit kapal ro-ro milik swasta. Selaknnitu, 74 unit kapal penumpang swasta; 1.049 kapal swasta jarak dekat; dan 5 unit kapal perintis cadangan apabila terjadi lonjakan jumlah penumpang.

“Kemungkinan lonjakan terjadi pada pra-Natal, sekitar tanggal 22 Desember 2018, jadi kalau Jumat sudah selesai kerja, Sabtu mereka langsung ada kegiatan untuk Natal,” paparnya saat di Jakarta

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan uji petik kelayakan kapal, dan pemerintah juga menyiapkan posko penyelenggaraan Natal dan tahun baru di 52 pelabuhan yang akan dimulai pada 18 Desember 2018 sampai dengan 8 Januari 2019.

“Kami perintahkan kepada 52 pelabuhan pantau untuk uji kelayakan. Kami dari pusat sudah mengirim tim untuk melakukan uji petik, dan sudah dilakukan sebanyak 25 unit kapal dan dinyatakan tidak ada kerusakan yang major,” katanya.

Sekai itu, dirinya juga memerintahkan kepada seluruh kepala Unit Pelayanan Terdepan (UPT) Pelabuhan untuk masing-masing melakukan uji kelayakan kapal. Tak hanya melakukan uji kelayakan tersebut, akan tetapi Ferdi melakukan pemeriksaan terhadap para Anak Buah Kapal (ABK) yang dalam menjalankan tugasnya dipastikan dalam kondisi sehat.

“Pemeriksaan kelayakan kapal ini dilakukan untuk menjamin kepastian keselamatan dan keamanan para pengguna jasa transportasi laut tersebut,” tandas Ferdy. (* GaL)

236 Di Lihat 5 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel