Polsek Pondok Aren Gelar Rekonstuksi Tawuran Antar Pelajar di Bintaro Yang Menewaskan Satu Orang

Pondok Aren – Polsek Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar rekonstruksi pelaku pembunuhan oleh sekumpulan remaja yang terjadi di Bintaro, Sektor 5 Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu tepatnya pada Minggu (2/12/2018).

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Yudho Huntoro mengatakan, terdapat 13 adegan yang di lakukan oleh Polsek Pondok Aren, dari titik awal hingga adanya korban meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi pada minggu subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.

“Korban yang meninggal dunia terdapat di adegan ke enam (6),” jelas Yudho Kapolsek Pondok Aren usai melakukan rokonstruksi adegan tawuran yang menewaskan satu korban meninggal dunia di Bintaro Sektor 5, Senin, (10/12/18).

Terkait penemuan baru, Yudho menuturkan, kedua belah pihaknya sebelumnya memang sudah merencanakan hari, jam, waktu dan tempat perbuatan tersebut.

Ia melanjutkan, kemudian mereka para tersangka berkumpul di salah satu rumah tersangka untuk membagikan senjata tajam. Setelah itu, baru mereka menuju tempat lokasi untuk melakukan tawuran.

“Pertama, mereka berkumpul di bukit Menteng, lalu mereka melakukan penyerangan di jalan Parameter Bintaro Sektor 5, (damping STAN Bintaro),” imbuhnya.

Lebih jauh, Yudho mengatakan, mereka bukan yang pertama kalinya melakukan aksi tawuran seperti ini, melainkan sudah yang kesekian kalinya.

Dalam rekonstruksi tersebut, terdapat sembilan (9) tersangka yang berhasil di tangkap polisi, dan sisanya sekitar dua tersangka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Pondok Aren.

Adapun para tersangka yang berhasil diringkus polisi yakni Ahmad Fauzi (18) dan Deni Malik (18), RD (21), BKA (17), MSBI (16), S (13), WTP (15), SN (17), MY (15),

Sementara polisi masih memburu dua tersangka lainnya yakni T dan B.

Sedangkan, korban tewas dalam tawuran tersebut yakni AS (24) asal Larangan, Tangerang, terkena luka bacok, lalu tiga lainnya AIM (21), SDMP (15) dan SR (24), luka parah.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal berlapis yakni Pasal 351, 338, dan 365 KUHP dengan tuduhan penganiayaan, pembunuhan, dan pencurian, dan diancam hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Karena masih di bawah umur, untuk itu, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serta Balai Pemasyarakatan (Bapas), untuk melakukan proses selanjutnya.

(*GaL)

1173 Di Lihat 5 Dibaca
Bantu Share :

Berita ini tayang pada 10 Desember 2018 2:53 pm

Update Berita BidikTangsel