Tawuran Antar Pelajar Kembali Memakan Korban

Kabupaten Tangerang – Team Vipers berhasil mengungkap Terkait Tindak Pidana Secara Bersama Melakukan Kekerasan yang Mengakibatkan Luka Berat dalam Tawuran Pelajar SMK Mandiri Panongan Dengan SMK Yupentek 2 Curug.

Konperensi Pers yang digelar di Makopolsek Curug dihadiri oleh Kapolres Tangsel, AKBP. Ferdy Irawan, S.IK., M.Si. dan di dampingi Kompol. Tedjo Asmoro, SH., M.Si (Kapolsek Curug), AKP. A Alexander, SH, S.IK., MM., M.Si (Kasat Reskrim), Iptu Sumiran (Kanit PPA) dan Iptu Totok Riyanto, SH (Kanit Reskrim Polsek Curug).

Waktu kejadian tawuran antara Pelajar SMK Mandiri Kec. Panongan versus SMK YUPENTEK 2 Curug yang melibatkan lebih kurang sekitar 20 pemuda, pada hari Kamis lalu (18/10-2018) di tempat kejadian perkara (pembacokan) Jalan Raya STPI KM 5.5 Kp. Candu Kel. Curug Kulon Kec. Curug Kabupaten Tangerang.

“Korban bernama Muhammad Aditya seorang anak putus sekolah dari SMK  Mandiri Panongan yang sekarang dirawat di RS. Hermina Bitung karena luka bacokan senjata tajam,” kata  AKBP. Ferdy Irawan, SH., S.Ik. dalam press release di Mapolsek Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/10-2018).

Sangkaan pasal terhadap pelaku Tindak Pidana Secara Bersama Melakukan Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Luka Berat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 80 Ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman 5 Tahun Penjara.

Dari kronologis kejadian, pelaku D (16) membacok korban Aditya yang mengenai badan korban dengab parang pencabut nyawa berbentuk angka 7, lalu pelaku yang berinisial D (16) juga membacok dan mengenai kaki korban.

Sedangkan R (16) membacok korban yang mengenai bahu, menggunakan parang serta I (16) memukul badan korban menggunakan kayu dan juga sebagai penyedia alat (parang) sebanyak 5 bh yang dibungkus karung.

Para Pelaku Anak dapat ditangkap di berbagai tempat wilayah Curug antara tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober 2018.

“Seluruh pelaku tawuran adalah siswa SMK Yupentek 2 Curug, kecuali tersangka 3 yang bersekolah di STM Poptek Cimone Kota Tangerang,” ungkap AKBP. Ferdy Irawan selaku Kapolres Kota Tangsel.

Menurutnya, kejadian tersebut bermula ada tantangan dari oknum siswa SMK YUPENTEK ke Oknum siswa SMK Mandiri Panongan melalui HP dan janjian bertemu di depan SPBU Gita, Desa Curug Wetan Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang.

Diawali dari Sparing Futsal di daerah Padat Karya Kecamatan Curug antara SMK mandiri dan SMK YUPENTEK 24 yang berujung pada  keributan di tempat pertandingan futsal tersebut.

“Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas berupa 1 (satu) bilah clurit, 3 (tiga) bilah clurit ditemukan di TKP, 1 (satu) unit motor honda Spacy, 1 (satu) bilah parang angka 7 milik D, 1 (satu) bilah parang milik R dan 1 (satu) bilah milik D,” ujarnya.

Dari rencana tindak lanjutnya adalah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk membantu proses Penyembuhan Korban, Menghubungi Orang Tua Pelaku untuk mendampingi pada saat proses Pemeriksaan , Berkoordinasi dengan Bapas Kanwil KemenkumHam Banten dan P2TP2A untuk kepentingan pemeriksaan terhadap Anak sebagai Pelaku dan Berkoordinasi dengan Sekolah (tempat menimba ilmu) para Anak Sebagai Pelaku untuk dapat menjatuhkan hukuman. (*/rls).

1500 Di Lihat 3 Dibaca