Uten Sutendy: MTQ Yang Di Gelar Bukan Untuk Pesta Keramaian

Pamulang, #SuaraWarga – Pembukaan penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tangsel yang baru saja usai digelar, mendapat sorotan dari Budayawan Uten Sutendy.

Figur kritis yang juga Presiden Tangsel Club ini menilai pelaksanaan MTQ yang dilaksanakan Pemkot Tangsel sangat meriah dan mengundang banyak orang terhibur.

Selain karena dimeriahkan oleh pawai yang diikuti oleh ratusan komunitas dan kelompok masyarakat, juga digelar aneka festival hiburan, penampilan busana, budaya dan dan kuliner lokal.

“Hal tersebut sangat bagus dan patut dikembangkan lebih meriah lagi. Hanya saja mungkin tempat dan waktunya bukan di ajang MTQ. Melainkan lebih pantas di ajang lain, misalnya di event ulang tahun Kota Tangsel, ” katanya.

“Moment MTQ ini harusnya kita semua lebih khusu’ untuk mengenal dan memperdalam pola dan cara hidup berdasarkan nilai-nilai Qur’ani, terutama untuk para pejabat publik dan seluruh warga kota (religius )” tegas pria lulusan UIN Jakarta ini.

Menurutnya, semangat “keramaian pesta” MTQ untuk berikutnya, lebih baik dipindah atau geser saja ke moment ultah Tangsel agar lebih meriah dan merakyat lagi. Di hari ultah itu misalnya ada festival makanan, khas Tangsel, festival budaya, festival anggrek, festival musik daerah, festival dodol paling besar, dst dst.

“Tetapi di ajang MTQ kita perlu mengembangkan festival- festival yang bersifat relegius sebagai pendukung kegiatan MTQ.

Uten yang juga aktif menulis ini mengharapkan ke depan MTQ bisa lebih bermakna agamis atau relegius bila MTQ disertai dengan kegiatan pendukung seperti festival adzan, festival baca shalawat, festival baca kitab kuning, festival kaligrafi, lomba melukis Al Qur’an dalam berbagai perspektif, kegiatan kajian tafsir, pameran buku tafsir, festival tahfidz Al Qur’an untuk anak- pelajar, dan lain-lain.

“Bisa juga di moment MTQ tersebut dilaksanakan kegiatan kajian semacam seminar tentang cara- cara hidup yang Qurani berdasarkan tinjauan dari berbagai perspektif , dst dst

“Hal tersebut perlu saya tegaskan, karena Tangsel harus berbenah meningkatkan kinerja pelayanan publik berdasarkan nilai -nilai Qurani (Cimor) bukan terus menerus asyik masyuk menggelar seremonial. Selain itu, pada dasarnya Al Qur’an bukan untuk dilombakan apalagi diramaikan. Melainkan untuk dikaji, dihayati , dan diamalkan,” tegas Uten S. (*/rls)

641 Di Lihat 1 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel