Warga Diminta Aktif Deteksi Gangguan Kamtibmas

Kota Tangerang — Pertemuan FKDM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam deteksi dini terutama dalam melaksanakan tugas ditahun 2018 juga sebagai persiapan penerapan PERMENDAGRI No.2 tahun 2018 tentang kewaspadaan di daerah.

Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, forum RW/ RT, Lurah Karang tengah Dony, Camat Karang tengah Matrobin, Kapolsekta Ciledug Kompol Supiyanto, SH, Koramil Ciledug yang diwakili Solikun, Ustadz Muslih, Ketua FKDM Kecamatan Karang tengah H. Guritno, Sekretaris Ahmad Fachrudin dan ketua GANN Kota Tangerang San Rodi / Kucay serta undangan.

Camat Karang tengah Kota Tangerang Matrobin, meminta anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berpartisipasi aktif dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Salah satu upaya yang disampaikannya adalah FKDM melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan.

Selain itu diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat maksimal dalam melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap permasalahan yang dapat menimbulkan keresahan.

“Pemerintah tidak bisa bertindak sendiri tanpa partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kecamatan Karang tengah,” ujar Matrobin di hadapan 140 anggota FKDM se-Kecamatan karang tengah, Rabu malam (18/7/2018).

Menurutnya, dengan terbangunnya kesadaran warga maka tercipta kepedulian dari anggota FKDM untuk menginformasikan kemungkinan gejala-gejala atau isu-isu yang ada maupun yang akan timbul di masyarakat.

”Sehingga, potensi konflik bisa dideteksi sedini mungkin,” kata Matrobin.

Disisi lain Ketua FKDM Kota Tangerang Sutikno menjamin akan memperkuat kelembagaan FKDM, baik dari tingkat kota, tingkat kecamatan, maupun kelurahan.

“FKDM merupakan wadah yang di bentuk untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan yang dapat menciptakan gangguan kamtibmas dan merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah,” jelas Sutikno.

Ditempat yang sama Kapolsek Ciledug,
Kompol Supiyanto, SH mengatakan, menjaga kamtibmas harus dimulai dari kelompok terkecil dalam lingkungan masyarakat, yakni keluarga.

Oleh karena itu, bila dari lingkungan keluarga sudah diajarkan disiplin dan berlaku tertib, di tingkat yang lebih luas pun akan tercipta lingkungan masyarakat yang aman, tertib, dan nyaman.

“Di sinilah peran penting masyarakat dalam mencegah sedini mungkin untuk mewujudkan kamtibmas di lingkungan masing-masing sangat dibutuhkan,” ucap Kompol Supiyanto.

Selain itu, lanjutnya, gangguan kam-tibmas harus juga memperhatikan soal komunikasi antarelemen masyarakat, mulai dari RT/RW, termasuk organisasi kemasyarakatan dan pihak pemerintah.

Dengan forum ini kami menyampaikan secara umum dapat mengatasi segala tindak kriminal.

“Komunikasi dan koordinasi, menjadi hal penting dalam penanganan persoa-lan kamtibmas karena dapat menganti-sipasi potensi gangguan kamtibmas secara cepat.

“Terkait permasalahan premanisme, kenakalan remaja, gang motor, narkoba, tidak akan terjadi apabila ada komuni-kasi yang baik antarelemen masyarakat dan juga pemerintah, termasuk TNI/ Polri,” katanya menjelaskan.

Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto, setiap elemen masyarakat bisa menjalan kan perannya masing-masing, terutama dalam menangkal gangguan kamtibmas di lingkungan, sehingga tidak ada lagi aksi main hakim sendiri yang pada akhirnya malah akan menimbulkan konflik horizontal di kalangan masyarakat.

“Seluruh elemen diharapkan untuk sadar dan melaksanakan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, semua ini agar situasi kondusif, bila ada gangguan yang meresahkan laporkan ke polsek, termasuk segala tindak kriminal, kami akan menindak,” katanya menegaskan.

Penulis : EDWARD. AN.

455 Di Lihat 9 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel