Kampung Silat Perigi Perlu Perhatian Pemkot. Tangsel

Kampung Silat Perigi Perlu Perhatian Pemkot. Tangsel

Pondok Aren, bidiktangsel.com – Yayasan Padepokan Beksi Sanghiyang Putih (YPBSP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaksanakan Latihan Gabungan (Latgab) di Kampung Silat Perigi, Kelurahan Perigi Lama Pondok Aren Kota Tangsel, Minggu pagi (3/2-2019).

Latihan gabungan yang pertama kali digelar ini diikuti sekitar 400 murid dan para Jawara Beksi serta pelatih dari 9 pedepokan anak cabang Sanghiyang Putih di Kota Tangsel dan Kota Tangerang.

Acara berlangsung cukup meriah, sambil membaca sholawat, arak- arakan dimulai dari padepokan Kampung Silat Perigi dengan berjalan kaki menuju Rumah Budaya Bang Kimpo di Setu Perigi dan kembali lagi ke Padepokan Kampung Silat.

Berlokasi di depan sekolah Global School para pesilat dan jawara Beksi berkumpul untuk melakukan latihan gabungan dengan jurus-jurus yang sangat memukau warga yang melihat.

Dengan tepukan tangan sebagai apresiasi kepada murid-murid Sanghiyang Putih yang memamerkan jurus-jurus Beksi dalam latihan gabungan tersebut.

Saat ditemui bidiktangsel.com, Guru Besar Padepokan Sanghiyang Putih, Namid bin Bean, yang lebih akrab di panggil Babe Go’um oleh para muridnya ini, mengatakan latihan gabungan yang digelar di Kampung Silat Perigi adalah yang pertama sejak berdirinya Kampung Silat Perigi dua tahun lalu.

“Kampung Silat Perigi awalnya sudah menjadi kesepakatan 3 pilar (Kecamatan, Koramil dan Polsek) Pondok Aren untuk membentuk Kampung Silat Perigi, dalam menangkal kenakalan anak-anak,” katanya.

Menurutnya, Kampung Silat Perigi dengan motto “Sholat, Shalawat, Silat” sudah mempunyai beberapa anak cabang dan berbagai prestasi pun didapat dari beberapa kejuaraan di Jabodetabek, sekarang Padepokan Sanghiyang Putih sudah mempunyai 9 anak cabang dengan 400 an murid.

“Dan ini tanpa bantuan pembinaan dari pemerintah khususnya Pemkot. Tangerang Selatan, kami tidak butuh perhatian, sudah capek …. 18 tahun Padepokan Sanghiyang Putih berdiri tak sepersen pun bantuan baik untuk pembinaan tidak kunjung kami dapatkan,” tuturnya.

Lanjutnya, bahkan sudah beberapa Kepala Dinas, Asda, Komunitas, Anggota DPRD Kota Tangsel yang beberapa kali mengadakan pertemuan di Kampung Silat Perigi, belum sanggup memperjuangkan pembinaan buat Yayasan Padepokan Sanghiyang Putih.

“Semua Omdo (omong doang/red), padahal berbagai prestasi sudah kami torehkan dengan membawa nama Kota Tangerang Selatan,” ujar Babe Go’um dengan raut muka yang tegas.

Jangankan untuk memperhatikan kami sebagai pelaku pelestari Budaya Betawi, memohon bantuan pembangunan musholah saja ora diladen (tidak di tanggapi/red), ungkapnya lagi.

“Dan selama ini juga Padepokan Yayasan Sanghiyang Putih besar tanpa ada perhatian pemerintah, coba bayangkan dengan 9 anak cabang dengan murid sekian banyak, mereka tidak ada dipungut biaya alias Gratis,” pungkasnya.

Penulis : IsOne

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *