Anggota Tagana Tangsel Diberi Pelatihan Pelatihan Penguatan SDM

Anggota Tagana Tangsel Diberi Pelatihan Pelatihan Penguatan SDM

Serpong, bidiktangsel.com – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Hj. Airin Rachmi Diany menghadiri pelatihan penguatan sumber daya manusia (SDM) taruna siaga bencana (Tagana) di Situ Gintung, Kecamatan Ciputat Timur pada Jumat, 22 Maret 2019.

Dalam laporannya Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel Salbini mengatakan, saat ini anggota Tagana Kota Tangsel sebanyak 180 orang.

Anggota Tagana asal Kota Tangsel ini sudah sering melakukan membantu korban bencana alam. Seperti gempa Palu dan tsunami Selat Sunda di Pandeglang dan Serang.

“Tagana Kota Tangsel harus selalu eksis. Alhamdulillah sejauh ini eksistensi teman-teman Tagana sudah diakui. Bahkan, mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel Wahyunoto Lukman mengatakan, tak hanya di luar daerah membantu korban bencana alam.

Di lingkup Kota Tangsel pun Tagana membantu masyarakat yang wilayahnya rawan longsor. Seperti di wilayah Kecamatan Setu.

“Selain itu, Tagana pun membantu evakuasi korban banjir yang kerap melanda Kota Tangsel,” ujarnya.

Menurut Kadinsos, kehadiran Tagana selalu sigap tanggap dalam menghadapi bencana. Tagana Tangsel harus Sigap Tanggap 1x24Jam untuk menghadapi segala bencana. Karena sudah menjadi kewajiban Tagana untuk melaksanakan tugas bagi masyarakat.

“Maka dari itu Tagana Tangsel harus siap ditugaskan di wilayah sendiri maupun di luar daerah,” tegasnya.

Sementara, Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany menambahkan, penanggulangan bencana bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah dan swasta tetapi juga diharapkan keterlibatan masyarakat.

Menurut Walikota, hakikat penanggulangan bencana adalah untuk mengurangi resiko dan dampak bencana terhadap masyarakat, terkait dengan upaya upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu dan terkoor-dinasi secara menyeluruh untuk itu diperlukan upaya pemberdayaan seperti pelatihan penguatan, karakteristik kearifan lokal serta kemampuan dan potensi masyarakat itu sendiri.

‚ÄúTagana sebagai ujung tombak terdepan dalam penanggulangan bencana baik saat tanggap bencana maupun pasca bencana diharapkan dapat memahami tentang peran dan fungsinya dalam menanggulangi bencana, ” tutupnya. (Humas-Kominfo)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *