Drs. Taryono, M.Si Punya Mimpi Besar Soal Pelayanan Pendidikan di Kota Tangsel

Drs. Taryono, M.Si Punya Mimpi Besar Soal Pelayanan Pendidikan di Kota Tangsel

Ciputat, bidiktangsel.com – Sempat merintis dan menjadi Kepala SMAN 7 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Drs. Taryono, M.Si saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tangsel. Pengalamannya sebagai praktisi dan pelaksana pendidikan langsung itu menjadi bekalnya dalam memimpin sekarang.

Drs. Taryono, M.Si punya mimpi yang besar soal pelayanan pendidikan di Kota Tangsel. Setelah menjabat selama beberapa tahun sebagai Kepala Dinas, dia belum merasa puas dengan hasil yang sekarang dia terima. Meskipun, ada banyak sekali pelayanan pendidikan yang bertumbuh cepat di saat dia memimpin.

Menurut Taryono, belakangan ini sedang gencar untuk mengkampanyekan Gerakan Sekolah Bersih dan Menyenangkan (GSBM). Terhitung sudah ada beberapa sekolah di Kota Tangsel yang sudah menerapkan gerakan ini.

Dan perkembangannya kini tengah diawasi terus oleh Dinas agar tetap sejalan dengan tujuan diadakannya gerakan ini.

Awal dari direncanakannya GSBM ini adalah tahun lalu. Dimana ia bersama tim nya melakukan studi banding ke Jepang. Di sana dapat melihat bagaimana sistem pendidikan berlangsung.

“Ternyata, dari berbagai capaian dibidang sain dan teknologi Jepang yang begitu pesat, berawal penerapan sistem pendidikan yang berbasis berkarakter,” katanya.

Taryono masih ingat betul, jika di setiap sekolah yang di kunjunginya, semua siswa harus mampu memiliki karakter yang dibutuhkan dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Sistem pendidikan ini ternyata sudah diterapkan sangat lama di Jepang.

Dan membuktikan bahwa sistem pendidikan ini menjadi pondasi dasar untuk menciptakan negara dengan kemajuan saat ini.

Menurutnya Kebijakan pemerintah pusat, dengan adanya Peraturan Presiden (PP) nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Tentunya kesempatan ini dimanfaatkan Taryono untuk membangun sistem pendidikan karakter di sekolah yang ada di Kota Tangerang Selatan.

Salah satu upaya tersebut adalah menerapkan Gerakan Sekolah Bersih dan Menyenangkan (GSBM) dengan tema “Penguatan pendidikan berkarakter adalah penguatan karakter peserta didik seperti religius, nasionalis, gotong royong, integritas, dan mandiri melalui sinergitas kegiatan intrakurikuler, non kurikuler, dan ekstrakurikuler”.

Pencegahan prilaku negatif siswa seperti tawuran pelajar, penggunaan narkoba, bahkan radikalisme adalah dengan menciptakan sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.

Taryono tidak bekerja sendirian dalam proses penerapan GSBM ini. “Membangun pendidikan yang berkualitas bisa dilaksanakan melalui harmonisasi Tri Sentra Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya.

Dengan dibantu program CSR untuk memberikan fasilitas GSBM pada sekolah yang ada. Kemudian nanti, perkembangan penerapan itu akan diawasi oleh dinas agar bisa menjadi program berkelanjutan.

Selama menjadi Kepala Dinas, Drs.Taryono, M.Si berhasil membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dndikbud) Kota Tangsel disorot karena prestasinya.

Tahun 2018 lalu, Dinas Dikbud Kota Tangsel telah mampu mengukir prestasi dengan mencetak 2 rekor MURI Indonesia, rekor membatik terpanjang di Indonesia, dan rekor senam zumba dengan jumlah peserta terbanyak, juga dengan beberapa penghargaan lain berhasil didapatkan oleh Dindikbud Kota Tangsel.

Kemudian, tahun lalu juga Dindikbud bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kota Tangsel meluncurkan sebuah situs bernama Tangsel Belajar.

Dimana untuk siswa atau masyarakat di Tangsel bisa mengakses situs ini untuk belajar bahasa Inggris secara cuma-cuma.

Operator yang dipilih oleh Dindikbud Kota Tangsel merupakan orang yang sudah terkualifikasi, sehingga siswa tidak perlu khawatir.

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional hari ini (2/5-2019), Drs. Taryono, M.Si akan terus mengerahkan kemampuan nya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tangsel.

Dia juga akan terus berupaya agar pelayanan pendidikan di Kota Tangsel bisa diterima oleh seluruh masyarakat yang ada.

“Tahun ini juga berhasil mengantarkan 6 guru dan tutor berprestasi Nasional dan mendapat penghargaan dari Kemendikbud untuk belajar di luar negeri selama 35 hari, ke Thailand, China dan Belanda,” pungkas Taryono. (*/Adv)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *