Uang Kerohiman Puskesmas Cirendeu Dari OPD, Katanya Tanah Negara Kok Bisa?

Uang Kerohiman Puskesmas Cirendeu Dari OPD, Katanya Tanah Negara Kok Bisa?

Ciputat Timur, bidiktangsel.com – Setelah diberitakan sebelumnya, bahwa pihak Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mendalami uang kerohiman lahan proyek Puskesmas Cirendeu, timbul informasi, bahwa uang ganti untung (kerohiman) tersebut, justru berasal dari dinas terkait.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, bahwa uang kerohiman kepada warga terdampak proyek puskesmas tersebut, berasal dari Organinsasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

Padahal, tambah Sumber, lahan yang merupakan tanah negara tersebut, tidak memerlukan adanya uang ganti untung (kerohiman).

“Jadi tadi infonya keluar dari Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR). Katanya orang DBPR, uang kerohiman udah turun,” kata Sumber kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

“Yang jelas, tanah itu kan tanah negara, pihak kontraktor juga ngga mengeluarkan uang kerohiman itu. Dipastikan itu dari OPD terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Warman Syanuddin menyatakan, bahwa lokasi proyek puskesmas merupakan aset Kota Tangsel, hasil pelimpahan Kabupaten Tangerang.

“Iya itu (lokasi proyek puskesmas Cirendeu) sudah tercatat di aset yang merupakan pelimpahan dari Kabupaten Tangerang,” kata Warman lewat pesan whatsappnya.

Diketahui pula, jumlah uang kerohiman yang diterima warga, sebesar Rp. 20 juta per kepala keluarga. Menurut informasi, arga penerima uang kerohiman berjumlah 5 kepala keluarga. (*/rls)

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *