Minuman Khas Tangsel “Bir Pletok” yang baik buat kesehatan

Minuman Khas Tangsel “Bir Pletok” yang baik buat kesehatan

#UKMTangsel – Namanya Djaini bin Mursin. Orang-orang biasa memanggilnya Bang Djay. Sosok yang selalu penuh energi, kadang kocak, kadang penuh pertanyaan, tetapi dalam dirinya mengalir nyali seorang jawara.

Kemana-mana ia pergi mengenakan peci merah khas Betawi. Di lehernya menggantung sarung. Kumis tebal yang melintang, bila dipadukan dengan satu-dua gerakan silat, tentu bisa bikin orang takut.

Tapi untunglah Bang Djay selalu tersenyum, luluh orang melihat senyum-nya yang tulus—dengan gigi putih, lesung pipit, dan suara tawa yang kadang tak cocok dengan perawakannya, “Hehehehe… ape kaaabar, Bang?”

Saya belum lama mengenal Bang Djay. Tetapi dari perkenalan yang singkat itu, saya tahu Bang Djay sosok yang tak mudah menyerah. Ia percaya pada ide dan karya. Itulah barangkali yang membuat saya dan Bang Djay berada di ruang relevansi yang sama: Kami ingin membuktikan sesuatu melalui karya nyata.

Bang Djay aktif di berbagai komunitas, salah satunya komunitas UMKM. Ia penggerak sekaligus pelaku. Di Tangsel, Bang Djay berkreasi dengan bir pletok, minuman tradisional khas Betawi yang baik buat kesehatan. Ia menamai produknya Bang Pletok, tak tanggung-tanggung produk itu dibranding sebagai ‘Minuman Khas Tangsel’.

Apakah benar bir pletok minuman khas Tangsel? Kita tak perlu berdebat soal itu. Upaya kreatif untuk memperkenalkan sebuah produk, apalagi jika itu disertai niat baik untuk menyumbangkan sesuatu bagi sebuah kota, sebuah daerah, selalu positif. Harus kita dukung. Bang Djay ingin memberikan sesuatu buat kota yang dicintainya… dan itu ia lakukan dengan karya.

Apakah Brownies memang khas Bandung? Apakah Strudel memang khas Malang? Kita bisa berdebat panjang soal itu. Tetapi ketika brownies dibranding secara kuat sebagai oleh-oleh Bandung, ketika strudel dikampanyekan sebagai makanan khas Malang, semua menjadi sah belaka.

Dampaknya bahkan besar, memberi nilai tambah bagi kota itu sendiri. Ia bahkan bisa menggerakkan ekonomi, menumbuh-kan rasa bangga, sampai membuka lapangan kerja.

Saya kira, tentang UMKM dan produk khas Tangsel, visi inilah yang harus kita miliki bersama. Berkreasilah sebaik mungkin, perkenalkan produk itu sebaik mungkin, sisanya adalah tentang kerja keras dan kolaborasi. Pemerintah, pelaku UMKM, masyarakat, public figure, media, dan siapapun harus bekerjasama membangun cerita untuk kotanya sendiri.

Saya ingin mulai memberi contoh kecil. Saya ingin memperkenalkan Bang Djay dan bir peletoknya ke circle yang lebih luas. Cobalah minuman khas Tangsel ini. Kemudian ceritakan, buat orang tahu bahwa ini produk yang bisa kita banggakan bersama.

Bagi teman-teman yang tinggal di BSD, saya memesan 50 botol minuman ini ke Bang Djay. Saya akan simpan di Father & Son Barberspace, silakan teman-teman mencobanya gratis. Syaratnya, beri komentar tentang bir pletok ini dan unggah di media sosial Anda, Facebook atau Instagram. Beri tagar #BirPletokTangsel

Bagi teman-teman yang tinggal di Ciputat, saya juga sediakan 50 botol gratis di sana. Silakan datang ke kafe Ruang Tengah di Jl. RE Martadinata. Syaratnya sama seperti di atas.

Mari kita coba. Ceritakan ini pada dunia.

Salam baik.

FAHD PAHDEPIE

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *