Bentrok Ormas Di Picu Masalah Tender Proyek Keamanan

Pondok Aren, bidiktangsel.com – Kerusuhan yang terjadi di daerah belakang Bintaro Plaza atau tepatnya proyek Apartement Breeze Bintaro dipicu oleh masalah proyek/tender keamanan atau security.

Saat ini para perwakilan yang bertikai sedang dalam proses mediasi dengan pihak management Jaya Real Property (JRP), Polres Tangerang Selatan dan Kodim 0506 Tgr, Rabu (13/2-2019) di kantor PT JRP.

Dari pantauan awak media belum dapat dikonfirmasi hasil dari mediasi tersebut.

Kejadian itu sempat diabadikan oleh warga sekitar dan diunggah melalui akun instagram. Terlihat jalan utama di dekat Bintaro Plaza begitu mencekam, nyaris tak ada pengendara yang mau melintas saat bentrokan berlangsung.

Dari kronologis kejadian tersebut didapat keterangan bahwa di bagian luar, terdapat sejumlah orang dari kelompok Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) yang sedang makan di lapak penjual keliling. Namun entah dari mana asalnya, tiba-tiba pagar seng yang membatasi proyek apartemen itu seolah ada yang menendang, hingga mengeluarkan suara keras.

Spontan salah satu pihak sekuriti proyek merespon seraya berteriak, bahwa ada massa Ormas mengamuk dan menyerang. Ungkapan itu memancing personil tentara yang berkumpul di dalam berhamburan ke luar, mereka pun langsung mencari dan menyasar kelompok yang diduga melakukan penyerangan.

“Ada kesalahpahaman saja, tapi ini sudah kita mediasi bersama-sama pihak terkait,” terang Kompol Yudho Huntoro, Kapolsek Pondok Aren kepada awak media, saat proses mediasi di kawasan Bintaro, Rabu (13/2/2019).

Selanjutnya, untuk mengklarifikasi dari pihak FBR Korwil Kota Tangsel. Akhirnya diperoleh informasi, bahwa keributan berawal dari adanya kontrak kerjasama pengelolaan tender yang sudah disepakati namun dialihkan ke pihak lain.

“Ini awalnya kan kami dari pihak FBR sudah terikat kerjasama untuk memberdayakan masyarakat sekitar di proyek apartemen ini. Karena kita nggak punya PT, lalu kita menggunakan perusahaan lain. Namun ternyata pihak apartemen sudah menyatakan bahwa kerjasama dialihkan ke perusahaan lain. Ini yang kita minta penjelasannya,” jelas Andi Aferi Amrani ‘Daeng Fery’, Panglima FBR Tangsel dikonfirmasi terpisah.

Diceritakan Daeng Fery, mereka memang hanya menanyakan mengenai transparansi kerjasama kontrak yang telah disepakati. Namun meski terus didesak menjelaskan nya, pihak manajemen bersikukuh tetap melanjutkan keputusan itu dengan menunjuk langsung perusahaan lain sebagai pemenang tender.

“Kita tertib, dari pertama kita datang untuk meminta transparansi itu, ada apa ini. Nggak ada anggota kita yang dituduh nendang-nendang atau menimpuki pagar seng apartemen. Ini juga gara-gara sekuriti proyek yang teriak ke tentara, bahwa FBR nyerang, padahal kita nggak ngapa- ngapain. Justru 6 orang anggota kita yang sedang makan disitu dipukuli, 2 orang luka parah,” ungkapnya.

Menurut salah satu perwakilan, bahwa proyek Apartemen The Breeze Bintaro yang ditenderkan sendiri meliputi pengadaan tenaga sekuriti, jumlah permintaan awalnya hanya sekira 16 orang. Dari 5 perusahaan yang terlibat hanya PT Samudera Eka Jaya yang disebut memenuhi kualifikasi tender berdasar harga dan kualitas.

“Saya jamin semua melalui proses tender, nggak ada yang kita sengaja janjikan kerjasama tanpa melalui prosedur, peninjukan langsung, nggak ada itu saya jamin. Kalau masalah ada puluhan tentara di proyek apartemen semalam, saya kurang tahu, karena memang saya tidak di lokasi saat kejadian,” papar salah satu perwakilan Bintaro Jaya di lokasi mediasi.

Proses mediasi itupun berlangsung alot, dijadwalkan pada hari Jumat 15 Februari 2019, kembali akan dilakukan mediasi lanjutan dengan menghadirkan seluruh pihak yang terlibat. (***)

3617 Di Lihat 69 Dibaca
Bantu Share :

Berita ini tayang pada 13 Februari 2019 9:58 pm

Update Berita BidikTangsel