Dinsos Kota Tangsel Selamatkan Anak Yang Dipasung Tiga Tahun

SETU, bidiktangsel.com – Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyelamat kan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang dipasung kedua orang tuanya di dalam kamar usang, di Kampung Setu, RT 16/14, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Di dalam rumah yang terlihat tidak layak huni itu, ada sebuah kamar yang terlihat usang. Bahkan, tidak layak untuk ditinggali, namun di dalamnya ada seorang anak tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh kurusnya, terlungkup dengan kedua pergelangan kaki terpasung di atas kasur usangnya.

Bahkan, bau busuk kotoran ZKA semerbak ke seisi kamar. Lantaran sehari-hari bocah malang itu, buang air besar atau kecil, di kasur tersebut.

“Tiga tahun dia dipasung orang tuanya, saat kami dapat laporan dari masyarakat, langsung ke lokasi untuk bebaskan anaknya,” tutur Wahyunoto Lukman, Kadis Sosial Kota Tangsel, Rabu (13/3/2019).

Saat petugas Dinsos datang, pasung yang terbuat dari rantai besi tersebut, langsung dilepaskan dari kedua pergelangan kaki anak tersebut. Meski terlihat meronta, ZKA terlihat tidak kuasa untuk membangkitkan tubuhnya.

Dia langsung dibawa ke rumah singgah milik Pemkot Tangsel. Menurut Wahyu, saat sampai di rumah singgah, ZKA langsung dibaringkan ke kasur yang lebih layak dan bersih.

Dia diberi makan dan diajak ngobrol. Saat itulah diketahui, ZKA mengalami gangguan mental yang diduga akibat pasungan. “Dia ada kekurangan mental dan kondisi disabilitas fisiknya juga bawaan lahir,” ungkap Wahyu.

Lalu, kedua orang tua ZKA, hingga saat ini belum dipolisikan. Dinsos setempat masih melakukan penyampaian pemahaman, bila yang dilakukannya itu salah. Terlebih, ibunya masih dirawat di RSUD lantaran penyakit yang diderita.

“Keluarga ini juga tergolong tidak mampu dan ketidakpahaman juga. Untuk itu, keluarganya sudah kita masukan dalam basis data terpadu kemiskinan dan diusulkan mnjadi KPM bpnt-pkh atau Jamsosratu, mana yg terlebih dahulu terealisasi,” tutur Wahyu.

Menurut Wahyu, ini karena ketidakmampuan ekonomi keluarga dan kemudian motifnya agar tidak mnggangu orang lain.

“Kita layani di rumah singgah dan diberi perhatian serta bimbingan khusus untuk mengembalikan kepercayaan dirinya kemudian kita latih untuk mandiri,” kata Wahyu.

Menurutnya, selama ini tidak terdeteksi dan tidak termonitor karena memang disembunyikan. Sekarang kondisi orang tuanya sakit parah tentu tindakan hukum belum dapat menyelesaikan persoalan mereka.

“Meski begitu, pemasungan sama sekali tidak dibenarkan makanya kita ambil dan kita layani, dan akan kita beri pemahaman kepada orang tuanya,” ungkap Wahyu. (Humas-Kominfo)

1408 Di Lihat 18 Dibaca
Bantu Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.