Kakek Berumur 60 tahun Cabuli Muridnya Yang Masih Kelas 3 SD

Serpong, bidiktangsel.com – Tim Vipers Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dibawah pimpinan Iptu. Sumiran, SH berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur dengan status dalam kuasa didik.

Hal tersebut diungkapkan dalam press Conference, Senin (4/3-2019) di lobby Mako Polres Tangerang Selatan.

“Berdasarkan laporan orang tua korban, pelaku B (60) selaku guru pendidikan agama telah melakukan pencabulan terhadap muridnya pelajar kelas 3 SD,” kata AKBP. Ferdy Irawan saat Press Con.

Dari kronologis kejadian, pada hari Senin, tanggal 18 Februari 2019 sekitar pukul 15.30 wib korban keluar rumah ke TKP untuk belajar pendidikan agama.

Kemudian setelah beberapa teman korban menimba ilmu agama, giliran korban dan ketika korban mulai menuntut ilmu, tersangka langsung memasukan salah satu tangannya kedalam celana kulot yang korban kenakan dari bagian mata kaki korban hingga ke daerah celana dalam korban dengan menggunakan jari telunjuk.

“Setelah selesai kegiatan menuntut ilmu agama, pada sore hari saat bersama orang tua-nya, korban menceritakan kepada ibu korban bahwa alat kelamin korban perih saat buang air kecil karena telah dicabuli oleh tersangka,” ujar Kapolres Tangsel.

Menurut Kapolres AKBP. Ferdy Irawan bahwa terdapat klausul pasal 81 ayat 4 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang berbunyi :

“Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).”

“Sangkaan pasal kepada pelaku, dikenakan pasal 82 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman s/d 15 Tahun Penjara,” tuturnya.

Dari kejadian tersebut Polres Tangsel akan melakukan pendampingan terhadap Korban dan melakukan Traumatic Care bersama Bapas KemenkumHAM Kanwil Banten dan Psikolog P2TP2A Kota Tangerang Selatan.

“Melakukan pemeriksaan Psikologis terhadap Tersangka, melakukan Penelusuran lebih lanjut terkait sebab tersangka melakukan tindak pidana kesusilaan tersebut, serta menyebarkan informasi pengungkapan ini kepada masyarakat dengan dugaan bahwa terdapat korban lain,” ungkap AKBP. Ferdy Irawan. (*/rls).

1627 Di Lihat 3 Dibaca
Bantu Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.