HIDUP SEBATANGKARA, NENEK BERUSIA 63 TAHUN HIDUP DARI BELAS KASIAN TETANGGA

Kalianda, Lampung Selatan – Sungguh miris nasib nenek berusia 60 tahun ini, dia tinggal di desa Batu Liman Indah Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, untuk memyambung hidup dia hanya berharap dari belas kasih tetangga yang peduli terhadap nasibnya.

Salminah, begitu nama panggilan nenek tua renta itu. Dia lahir di Jawa Tengah tahun 1955 silam. Dia hidup sebatang kara, tinggal di gubuk reot berdinding geribig dengan lantai tanah.

Tidurnya pun hanya dengan bale dari papan tanpa alas kasur. Untuk makan sehari-hari, nenek Salminah yang juga mengalami kebutaan delapan belas tahun silam,hanya mengandalkan dari tetangga yang peduli akan nasibnya.

Dengan kondisi fisiknya yang mengalami kebutaan, nenek Salmah tidak bisa beraktivitas dengan leluasa.

Didalam gubug reot, nenek Salamah berusa bertahan hidup. Tak banyak yang tahu, kemana suaminya. Dari keterangan salah seorang tetangga, suami Salmniah berprofesi sebagai petani dan sudah meninggal 20 tahun silam. Ia menpunyai dua orang anak, seorang lelaki dan perempuan. Tapi,kedua anaknya seolah tak peduli akan kehidupan orang tuanya. Begitu kata tetangganya.

“Anaknya, yang satu tinggal di Kemiling masih satu kota dengan Salminah,yang satu lagi di Provinsi Riau, mereka mengunjungi ibunya belum tentu dalam lima tahun sekali,” katanya.

Keprihatinan nasib Salminah, mengundang simpati salah satu perkumpulan gerakan sosial Jum’at Berbagi Rasa (JBR), yang dimotori oleh Alumni SMA Negeri Way Halim Bandarlampung.

Belum lama ini,JBR mendatangi langsung nenek Salminah dan memberikan bantuan sekedarnya. Bantuan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Herni, salah seorang anggota JBR, mengaku, JBR tergerak untuk berkunjung ke kediaman Salminah, setelah mendapat informasi dari tetangga nenek tua itu yang juga alumni sekolah itu.

“Kami sengaja mengunjungi rumah nenek Salminah, untuk melihat langsung kondisinya dan memberikan sedikit bantuan dari teman-teman yang sudah menyisihkan rizkinya untuk membantu sesama,” kata Herni.

Nenek Salminah sangat sangat membutuhkan bantuan kita, lanjut Herni.

“Saya tidak dapat menahan kesedihan ketika memasuki rumah Salminah, didalam rumahnya yang gelap gulita tanpa penerangan meskipun siang hari juga hawa yang sangat pengap, Salminah tetap bertahan hidup. Bila kita melihat keatap rumahnya, terlihat banyak sekali tikus berkeliaran. Sesekali tikus-tikus itu turun menemani Salminah makan. Dengan kondisinya yang mengalami kebutaan, baginya binatang pengerat itu adalah teman yang bisa menghiburnya,” ungkap Herni dengan nada prihatin.

Melalui JBR, Herni mengajak teman-teman dan masyarakat yang mempunyai rezeki lebih, untuk membantu nenek Salminah, melalui rekening JBR bank BRI a/n Herlina Septiani dengan nomor rekening 1734-01-000359-534.

Herni juga menghimbau kepada pejabat berwenang agar segera memperhatikan nasib Salminah, agar nenek itu bisa hidup layak seperti warga lainnya.(mus)

588 Di Lihat 5 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel