PRODUK KADALUARSA BEREDAR DI PASARAN

Bandarlampung – Diduga, produk kacang “Dua Kelinci” yang sudah kadaluarsa, beredar dipasaran.

Produk kadaluarsa tersebut berupa kemasan kacang campur mixed nuts, pada kemasan kacang tersebut tertulis tanggal kadaluarsa yaitu Maret-2018.

Namun demikian, produk keluaran PT. Dua Kelinci tersebut masih beredar dipasaran. Tentu saja hal itu dikeluhkan konsumen bernama Pahili, warga. Dia sempat mengkonsumsi kacang kadaluarsa itu.

“Ya, saya memang membeli produk kacang kadaluarsa dari Dua Kelinci, saya tidak tahu kalau kacang tersebut sudah kadaluarsa. Pantas saja, setelah saya mengkonsumsi kacang tersebut, perut saya mual dan kepala rasanya pusing. Ketika saya lihat bungkusnya, kacang tersebut sudah kadaluarsa bulan Maret-2018,” keluh Pahili, seraya menunjukan bungkus kacang Dua Kelinci.

“Saya membeli kacang tersebut di warung Raden, pada 7/8/2018 yang terletak di desa Talang Mulya Kecamatan Teluk Pandan. Waktu membeli, saya tidak melihat kemasannya, namun yang saya rasakan setelah 25menit makan kacang itu, perut saya mual dan kepala rasanya pusing,” keluhnya pula.

“Pihak warung ketika ditanya, mengatakan, kacang tersebut dibeli dari sales yang datang. Namun, pihak warung tidak tahu sales itu dari mana ,” terang Pahili.

PT. Dua Kelinci, ketika dikonfirmasi tentang hal ini melalui Custumer Service di nomor : +62.295.385.721, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor yang ada di Lampung. Dan akan memberikan klarifikasi terkait kasus ini.

Namun, hingga saat ini, belum ada penjelasan dari manajemen Dua Kelinci.
Jupri, selaku wakil PT. Dua Kelinci, tak berani memberi keterangan, terkait kasus ini.

“Saya cuma bawahan, jadi saya nggak berani berkomentar, saya nunggu dari pusat, pak, “ kata Jupri kepada wartawan.

Hal senada diungkapkan Sonata, selaku kapala distributor dari PT. Mandiri Multi Megah yang beralamat di Jalan Pendawa II No.26 Garuntang Bandar Lampung, perusahaan yang mendistribusikan berbagai merek makanan kemasan, termasuk produk dari PT. Dua Kelinci.

“Kami cuma memasarkan saja, soal komplain produk, silahkan kepada yang punya merek, sama pak Jupri,” kilah Sonata.

“Mungkin, sales yang datang menjual produk kadaluarsa ke warung Raden, itu sales dari luar. Jadi nggak mungkin kita bisa ngontrolnya,pak,” tambah Sonata.

Awalnya, baik Jupri maupun Sonata akan memberikan jawaban kepada wartawan, terkait produk kadaluarsa yang beredar.

Setelah mereka melakukan survey kelapangan. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari mereka.

Berbeda yang disampaikan Umar, selaku kepala gudang, ia menjamin semua produk yang beredar tidak ada yang kadaluarsa, sebab kita selalu kontrol.

“Semua produk yang kami pasarkan, dijamin tidak ada yang kadaluarsa, sebab kita selalu kontrol ke setiap warung. Dan itu kami lakukan setiap 2 minggu sekali, sales kami selalu datang ke warung-warung, ketika ada produk kadaluarsa, maka kami akan tukar dengan yang baru. Itu rutin kami lakukan, jadi kalau ada produk kadaluarsa, saya sendiri nggak tahu, barang itu dari mana,” tegas Umar.

“Semua keluar masuk barang kami catat dipembukuan,pak,” tutupnya. (mus)

531 Di Lihat 1 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel