Di Duga Mark Up Siswa, Kepala Sekolah Menolak Berikan Informasi Data Siswa Yang Pindah

Pringsewu, bidiktangsel.com – Diduga, SMP I Ambarawa mark up siswa penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2014 hingga 2015. Sebanyak 22 siswa tak jelas data kenaikannya.

Dari rekap data pokok siswa tahun 2016 tercatat 22 siswa yang hilang saat kenaikan kelas IX.

Sebelumnya, pada tahun 2015 saat siswa tersebut duduk di kelas VII jumlah siswanya 306 siswa dan saat kenaikan kelas VIII pada tahun 2016 jumlah siswanya masih stabil yaitu 307 siswa.

Namun, ketika siswa naik ke kelas IX pada tahun 2017 siswanya berkurang drastis menjadi 285 siswa.

Berkurangnya siswa secara drastis tersebut diduga sekolah melakukan mark up pada tahun sebelumnya.Pihak sekolah beralasan bahwa siswanya tidak memenuhi kriteria untuk dinaikkan kelas.

“Ya,memang benar mas,jumlah siswa kita pada tahun itu 285. Tahun 2015 saat siswa duduk di kelas VII jumlahnya 306 dan saat naik di kelas VIII tahun 2016 jumlah siswanya masih stabil yaitu 307. Nah saat kenaikan di kelas IX, ada 17 anak yang tidak memenuhi kriteria untuk dinaikkan dan 5 anak yang berhenti sebelum kenaikkan. Makanya,jumlah siswanya berkurang menjadi 285 siswa,” terang kepala sekolah Sumardi.

Pernyataan Sumardi itu dibenarkan waka kesiswaan Sutrimo.

“Untuk siswa yang tidak memenuhi kriteria kenaikkan sudah kita panggil orang tuanya dan dewan guru sudah rapat tentang hal itu. Notulen rapatnya ada,memang benar menurut dewan guru 17 siswa yang tidak memenuhi kriteria dan 5 anak keluar sebelum kenaikkan.Itu terjadi pada saat kenaikkan kelas di tahun 2017,” tegas Sutrimo.

Lanjutnya, untuk siswa yang 17 itu, mereka pindah kesekolah lain.

Namun, saat ditanya data mutasi siswa. Baik Sumardi maupun Sutrimo enggan memberikan data mutasi siswa.

“Percaya saja mas, nggak mungkin kami mark up siswa. Orang dinas aja nggak pernah tanya-tanya tentang siswa,” kata Sumardi.

Dugaan mark up siswa di SMP I Ambarawa itu semakin kuat, karena dari dapodik sekolah sekitar tidak pernah menerima siswa sebanyak 17 yang tercatat tidak naik kelas di SMP I Ambarawa.

Yang menjadi pertanyaan, kemana ? siswa yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria kenaikkan tersebut.

Berkurangnya siswa saat kenaikkan tidak hanya terjadi di sekolah ini saja, menurut dapodik hampir seluruh sekolah terjadi hal yang sama.

Anehnya, berkurangnya siswa terjadi pada saat menjelang kelulusan. (mus)

370 Di Lihat 3 Dibaca
Bantu Share :